Tentang Kami
Kisah Danau Alam Dago
Dari Situ Pasir Maung menjadi kawasan wisata danau dan hutan — pulau di tengah danau, danau di tengah hutan.
Lahir dari Kecintaan pada Alam
Danau Alam Dago berawal dari Situ Pasir Maung — sebuah danau dengan pulau kecil di tengahnya, dikelilingi perbukitan hutan. Kami melihat tempat ini sebagai ruang di mana keluarga, sekolah, dan komunitas bisa menikmati alam tanpa harus pergi jauh.
Masterplan kawasan seluas ±27,7 hektar menata danau 9,1 hektar menjadi pusatnya: Pulau Dago dengan resto dan kios tenant, Pulau 2 dengan taman keluarga dan kafe, jembatan yang menyambung keduanya ke daratan, serta perbukitan di sekelilingnya untuk camping, glamping, villa keluarga, dan peternakan serta kebun edukasi.
Hari ini kami membangunnya bertahap — 13 wahana, kuliner tepi danau, dan penginapan di bukit — dengan satu prinsip: alam tetap menjadi bintang utamanya.
Visi
Menjadi destinasi wisata danau dan hutan yang berkelanjutan — tempat keluarga dan sekolah belajar mencintai alam.
Misi
- Menyediakan wahana danau dan alam yang aman, menyenangkan, dan edukatif.
- Menjaga danau, pulau, dan hutan di sekelilingnya tetap lestari.
- Menggerakkan ekonomi lokal lewat tenant kuliner dan kios di kawasan.
- Menjadi kelas terbuka bagi sekolah lewat peternakan dan kebun edukasi.
Rencana Pengembangan
Situ Pasir Maung: danau, Pulau Dago, jembatan gantung, dan flying fox sudah ada — titik awal Danau Alam Dago.
Buka Juli 2027: gerbang & loket, kantor pengelola, jalan baru dan parkir, jogging track berlampu tenaga surya, dermaga apung wahana air, flying fox, 10 kios tenant di Pulau Dago, 20 saung tepi danau, dan spot foto ikonik.
Resto Pulau Dago, 10 kios Pulau Dago lagi, dua kafe dan 30 kios kuliner tepi danau, 10 saung tambahan, ATV dan berkuda, jembatan ke Pulau 2, masjid, aula, camping ground, lapangan serbaguna, serta peternakan & kebun edukasi.
30 unit glamping di bukit barat dan 12 villa keluarga di bukit selatan.
Kawasan
27,7 Hektar Danau & Hutan
Danau 9,1 hektar dengan Pulau Dago (0,9 ha) dan Pulau 2, dikelilingi perbukitan hutan — semuanya tersambung jembatan dan jalur pejalan kaki.
- Wahana air dari dermaga apung & flying fox dari Pulau Dago
- Resto Pulau Dago, 2 kafe, dan 30 kios kuliner tepi danau
- Camping ground, glamping, dan villa keluarga di perbukitan
- Peternakan & kebun edukasi untuk sekolah dan keluarga